Sabtu, 17 April 2010

teori neoklasik

Teori Neoklasik
 Anggapan dasar teori neoklasik adalah menekankan
pentingnya aspek psikologis dan sosial karyawan
sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok
kerjanya.
 Organisasi adalah sekelompok orang dengan
tujuan bersama.
 Pendekatan neoklasik mencakup uraian sistematis
organisasi informal dan pengaruhnya pada
organisasi formal
Hugo Munsterberg
 (Psychology and Industrial Efficiency)
merupakan jembatan penting antara
manajemen ilmiah dan perkembangan lebih
lanjut teori neoklasik.
 Munsterberg menekankan adanya
perbedaan-perbedaan karakteristik individual
dalam organisasi.
Percobaan Hawthorne
 Dilakukan di pabrik Hawthorne.
Pertama
Produktivitas naik bila tingkat penerangan dinaikkan/dalam keadaan
diawasi
Kedua
Sekelompok pegawai bekerja dalam ruangan khusus dan diawasi,
dilakukan secara periodik (periode istirahat, jam makan siang) 
(setelah beberapa tahun) produktivitas tetap naik.
Pekerja, peneliti dan penyelia lebih penting dalam menentukan
produktivitas daripada pengubahan kondisi kerja
 Studi Hawthorne memperkenalkan organisasi sebagai sistem terbuka
di mana segmen-segmen teknis dan manusiawi saling berkaitan
Kritik dan “Usul” pengubahan neoklasik pada tiang dasar teori
organisasi formal
 Pengikut teori neoklasik adalah mereka yang
membahas kelemahan model klasik pada
perilaku organisasi tetapi tidak menentang
seluruh teori klasik.
Pembagian kerja
Teori neoklasik mengemukakan :
 Melibatkan setiap orang dalam
pengambilan keputusan
 Perluasan kerja  orang dapat
memperluas kemampuan dan keahliannya
 Manajemen bottom-up
Proses skalar

http://saintek.uin-suka.ac.id/file_kuliah/Lecture%202%20-%20Teori%20Organisasi%20Klasik.pdf

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar